Dinkes Cianjur Ungkap Hasil Labkesda Dugaan Keracunan Siswa Akibat Makanan MBG di Tiga Dapur SPPG
- account_circle Ikbal
- calendar_month Jum, 20 Feb 2026

Gambar Redaksi : Gedung Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur
Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tiga dapur SPPG, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, sanitasi, hingga wawancara dengan petugas dapur.
“Kami mengambil sampel makanan, memeriksa kondisi dapur, dan mewawancarai petugas. Seluruh data kami kompilasi untuk menjadi dasar rekomendasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Meski ketiga dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Javed menegaskan potensi keracunan tetap dapat terjadi karena berbagai faktor.
“Keracunan makanan memiliki banyak faktor. Sertifikat bukan jaminan mutlak. Pekerja sudah kami latih dan memiliki sertifikat, tetapi pengawasan tetap harus diperketat,” katanya.
Dinas Kesehatan akan melaporkan hasil laboratorium yang telah dikompilasi dengan hasil investigasi lapangan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Laporan itu memuat sejumlah rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan standar keamanan pangan di dapur SPPG.
Javed menegaskan kewenangan penghentian operasional dapur sepenuhnya berada di tangan BGN.
“Kami hanya memberikan rekomendasi berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan lingkungan dan laboratorium. Keputusan penutupan menjadi kewenangan BGN,” ujarnya.
Saat ini, tiga dapur SPPG di Cianjur menghentikan operasional sementara sambil menunggu keputusan lanjutan dari BGN.
- Penulis: Ikbal


