Dinkes Cianjur Ungkap Hasil Labkesda Dugaan Keracunan Siswa Akibat Makanan MBG di Tiga Dapur SPPG
- account_circle Ikbal
- calendar_month Jum, 20 Feb 2026

Gambar Redaksi : Gedung Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur
RUANGPOJOK.COM – Sebanyak 238 siswa di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 27 Januari 2026.
Hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat menemukan bakteri patogen pada sampel makanan dari tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur memastikan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari tiga dapur SPPG positif mengandung bakteri.
Temuan itu memperkuat dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Cikalong, Kadupandak, dan Sukanagara.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Cianjur, Javed Sumawe Matapitung, mengatakan hasil uji laboratorium provinsi telah keluar dan menyatakan sampel makanan mengandung bakteriologi.
“Dari tiga dapur, hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium provinsi menunjukkan adanya bakteriologi. Tidak ditemukan unsur kimiawi, sehingga untuk unsur kimia dinyatakan aman,” kata Javed, Kamis, 19 Februari 2026.
Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Cikalong. Sebanyak 205 siswa dilarikan ke puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur setelah mengonsumsi MBG dari dapur SPPG Sukagalih.
Di Kecamatan Kadupandak, 28 siswa mengalami gejala serupa setelah menyantap MBG dari dapur Desa Gandasari.
Sebanyak 11 siswa dirujuk ke RSUD Pagelaran untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Sementara itu, lima siswa di Sukanagara juga harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setelah mengonsumsi MBG dari dapur SPPG Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran.
- Penulis: Ikbal


