Babi Hutan Ngamuk Serang 4 Warga Desa Bunijaya, Masyarakat Dihantui Ketakutan Saat Berkebun
- account_circle Ikbal
- calendar_month Jum, 12 Jun 2026

Gambar Ilustrasi : Empat orang warga desa Bunijaya jadi korban serangan babi hutan saat berkebun.
PJ Kepala Desa Bunijaya, Asep Mulyadi, mengatakan, kejadian tersebut merupakan peristiwa pertama yang menyebabkan warga terluka akibat serangan babi hutan.
“Selama ini babi hutan memang sering masuk ke area sawah dan kebun warga. Namun, baru kali ini menyerang manusia hingga menyebabkan empat warga terluka,” ujarnya, kepada ruangpojok.com, Jum’at, 12 Juni 2026.
Menurutnya, seluruh korban merupakan warga Kampung Cilameta yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan mengandalkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Pemerintah desa menduga babi hutan turun dari kawasan hutan karena kesulitan mendapatkan sumber makanan.
Kondisi itu diduga membuat satwa liar semakin sering memasuki area perkebunan warga dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Atas kejadian tersebut, pemerintah desa meminta bantuan kepada pihak terkait, termasuk Perbakin, dan Bagong Mogok untuk membantu mengantisipasi keberadaan babi hutan yang mulai meresahkan warga.
Saat ini warga Kampung Cilameta dan sekitarnya mengaku dihantui rasa takut untuk kembali berkebun maupun mencari hasil hutan karena khawatir terjadi serangan serupa.
Sementara itu, Kapolsek Pagelaran, IPTU Budi Rustandi, membenarkan adanya kejadian serangan babi hutan yang mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun lahan yang berbatasan dengan kawasan hutan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat bekerja di kebun dekat hutan. Apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal

