Dendam Anak Gadis Diduga Picu Kebakaran Hebat, Empat Rumah di BTN Joglo Cianjur Hangus
- account_circle Ikbal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Redaksi : Petugas Damkar Cianjur berjibaku memadamkan kobaran api di salah satu rumah yang terbakar di kawasan BTN Joglo, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Senin, 28/9/2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM – Empat rumah di kawasan BTN Joglo, Jalan Dipawangi, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, dilalap api pada Senin sore, 28 September 2026.

Kebakaran sekitar pukul 16.26 WIB itu diduga berkaitan dengan konflik antara seorang anak perempuan dan ayahnya.
Warga menyebut anak tersebut sebelumnya sempat mengutarakan keinginan membakar rumah.

Enung Rosmini (42), tetangga korban, mengatakan gadis tersebut mendatanginya setelah kebakaran terjadi. Ia mengaku diberi tahu bahwa rumah ayahnya telah dibakar.
“Dia datang ke rumah, bilang, ‘Ate, Hani sudah membakar rumah. Rumah bapak,’” kata Enung saat ditemui di lokasi.
Enung semula mengira ucapan tersebut hanya candaan. Namun, ketika melihat lokasi, api telah membesar hingga bagian atas bangunan.
“Sudah bilang dari kemarin mau bakar. Saya kira bohong, ternyata benar,” ujarnya.
Menurut Enung, perselisihan antara keduanya sudah terjadi sehari sebelum kebakaran.
Gadis tersebut bahkan disebut sempat hendak menyerang ayahnya menggunakan senjata tajam.
“Katanya dendam sama bapaknya. Kemarin mau ditusuk bapaknya, tapi dilerai tetangga,” kata dia.
Persoalan tersebut, menurut Enung, berkaitan dengan masalah keluarga dan ekonomi. Hubungan keduanya juga disebut kerap tidak harmonis.
Enung mengatakan gadis tersebut sebelumnya bekerja di Jakarta. Setelah kembali ke Cianjur, perilakunya disebut berubah dan diduga dipengaruhi lingkungan pergaulan.
Ia juga menyebut gadis tersebut pernah mengalami gangguan mental. Menurut Enung, kondisinya sempat membaik sebelum kembali mengalami persoalan dengan keluarganya.
Rumah itu ditempati sang ayah bersama dua anaknya. Ibu mereka disebut telah berpisah dengan ayahnya.
Sang ayah sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di sekitar rumah. Saat kebakaran terjadi, ia sedang menjalankan aktivitas tersebut sehingga tidak berada di dalam rumah.
- Penulis: Ikbal















































Saat ini belum ada komentar