Dua Labu Memakan Nyawa di Cugenang ; HMI Cianjur Sentil Negara, Kemiskinan Jangan Dibayar Darah
- account_circle Ikbal
- calendar_month 3 jam yang lalu

Gambar Istimewa : Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur, Ridha Nestu Adidarma
RUANGPOJOK.COM – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur, Ridha Nestu Adidarma, menyoroti kematian seorang warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang berinisial M (56) yang diduga tewas setelah dituduh mengambil dua labu siam untuk kebutuhan makan keluarganya.
HMI menilai tragedi itu menjadi cermin kegagalan perlindungan sosial dan mendesak pemerintah segera mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.
Ridha menegaskan, kasus yang kini masih ditangani kepolisian itu tidak bisa dipandang semata sebagai tindak pidana individual.
Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai alarm keras atas kerentanan sosial yang masih menghantui warga miskin di Kabupaten Cianjur.
“Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Ketika seseorang diduga mengambil hasil kebun demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga, itu menunjukkan ada persoalan struktural yang belum tuntas. Kemiskinan tidak boleh dibayar dengan nyawa,” ujar Ridha, Selasa malam, 3 Maret 2026.
Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang mencatat angka kemiskinan Kabupaten Cianjur mencapai 9,82 persen.
Angka itu merepresentasikan puluhan ribu warga yang hidup di sekitar garis kemiskinan dan rentan terdampak gejolak ekonomi.
Ridha juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur tahun 2025 yang berada di angka 69,84.
- Penulis: Ikbal


