Breaking News
Beranda » Hukum » Rahasia Besar di Balik Kibaran Merah Putih, 67 Polisi Cianjur Gerek Sang Saka Sehari Sebelum Proklamasi

Rahasia Besar di Balik Kibaran Merah Putih, 67 Polisi Cianjur Gerek Sang Saka Sehari Sebelum Proklamasi

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month 12 jam yang lalu

Sejarawan Cianjur Hendi Jo mengatakan kisah tersebut merupakan fakta sejarah yang mencengangkan.

Menurut dia, peristiwa pengibaran Merah Putih oleh polisi Cianjur belum tercatat dalam sejarah besar Kepolisian Republik Indonesia.

“Saya menemukan di pusat sejarah di Polri, di Mabes juga belum ada itu tentang soal polisi Cianjur ini,” kata Hendi.

Hendi mendorong Polres Cianjur menyerahkan data tersebut kepada Mabes Polri agar masuk dalam catatan sejarah nasional kepolisian.

Menurut dia, penelusuran keluarga 67 personel juga penting untuk memperkuat bukti sejarah tersebut.

“Ini harus masuk ke museum sejarah Polri juga,” ujarnya.

Hendi mengatakan perjuangan polisi Cianjur tidak berhenti pada pengibaran Merah Putih.

Polisi juga disebut terlibat dalam perjuangan bersenjata mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi.

Salah satu jejaknya berada di kawasan Jembatan Cisokan, Ciranjang.

Kawasan itu berkaitan dengan Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur pada 1945-1946 ketika pejuang Republik menghadang pasukan Sekutu.

Jembatan Cisokan menjadi lokasi strategis karena kondisi geografisnya mendukung upaya pencegatan konvoi.

Pemerintah Kabupaten Cianjur juga mencatat Jembatan Cisokan Lama dan Tugu Pertempuran Cisokan sebagai warisan budaya perjuangan.

Hendi menyebut perlawanan di kawasan Cisokan dan Ciranjang turut melibatkan polisi bersama Tentara Republik Indonesia dan berbagai laskar.

“Polri selanjutnya terlibat dalam beberapa pertempuran di Cianjur untuk mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Menurut Hendi, sejarah Cianjur tidak cukup dilihat dari masa kerajaan atau kadaleman.

Perjuangan masyarakat dan aparat setelah Indonesia berdiri sebagai republik juga perlu masuk dalam sejarah nasional.

Letak Cianjur di jalur Jakarta-Bandung membuat wilayah tersebut memiliki posisi strategis selama revolusi kemerdekaan.

Hendi berharap pengungkapan sejarah 67 polisi tersebut dapat membangkitkan kepercayaan diri masyarakat Cianjur.

“Orang Cianjur tidak harus merasa kecil hati. Kita memiliki sejarah yang harusnya bisa memicu kita untuk berbuat lebih baik hari ini,” pungkasnya.

  • Penulis: Ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less