Pernyataan Menteri KKP buat Petani KJA Meradang, Harga Anjlok Petani Ikan Merugi
- account_circle Admin
- calendar_month Ming, 6 Jul 2025

Foto Istimewa : Petani Ikan KJA sedang menabur pakan ikan di keramba.
RUANGPOJOK.COM – Ribuan petani ikan di Waduk Cirata geram atas pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menyebut adanya kandungan merkuri pada ikan di wilayah tersebut.
Pernyataan ini dinilai tidak berdasar dan justru memukul perekonomian para pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA).
Ketua Umum Pembudidaya KJA Waduk Cirata, Edi Supiandi, menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap meresahkan masyarakat.
“Adanya pernyataan dari Menteri KKP-RI ini, dampaknya sangat merugikan kami. Di tengah kondisi sulit saat ini harga ikan anjlok, pakan mahal, dan invasi eceng gondok meluas mengakibatkan penjualan ikan semakin merosot,” ujar Edi, yang akrab disapa Ujang Dakum, Minggu, 6 Juli 2025.
Sebelumnya, hasil uji laboratorium pada 2023 menunjukkan bahwa ikan dari Waduk Cirata aman dikonsumsi dan bebas merkuri.
Oleh karena itu, Ujang mempertanyakan dasar pernyataan Menteri KKP yang tidak dilengkapi data pembanding atau kajian ilmiah terbaru.
“Selama ini kami punya bukti dari hasil uji laboratorium bahwa ikan dari Cirata tidak mengandung merkuri. Tiba-tiba muncul pernyataan sepihak dari Pak Menteri yang sangat merugikan kami,” tegasnya.
Akibat pernyataan tersebut, harga ikan di Waduk Cirata anjlok drastis. Ikan nila yang sebelumnya dijual Rp25.000 per kilogram dan ikan mas Rp28.000, kini turun menjadi Rp19.000/kg.
- Penulis: Admin


