Umum

“Pulang ke Rumah”, Paskibra 2006 Cianjur Berkumpul Tanpa Sekat, Penuh Kehangatan

Menurut Regi, pengalaman tersebut menjadi ikatan yang tidak mudah hilang meski para alumni telah menempuh kehidupan masing-masing.

“Waktu boleh membawa kita ke jalan yang berbeda. Tetapi kenangan dan persaudaraan tetap punya jalan untuk mempertemukan kita kembali,” tuturnya.

Ia berharap silaturahmi alumni Paskibra 2006 tidak berhenti pada pertemuan tersebut.

Regi ingin para alumni terus saling mendukung, berbagi pengalaman, serta menjaga rasa memiliki sebagai satu keluarga besar.

“Semoga kita terus bersama dalam kekeluargaan alumni Paskibra 2006. Kita bisa berbagi cerita, pengalaman, dan saling menguatkan tanpa melihat latar belakang organisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, alumni Paskibra 2006 lainnya, Dias, menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali hubungan antarsesama alumni.

Menurut Dias yang juga merupakan PPI 2006 mengatakan, pertemuan setelah 20 tahun memberikan kesan berbeda. Para alumni tidak sekadar bernostalgia, tetapi kembali menemukan suasana kebersamaan yang pernah mereka rasakan saat remaja.

“Dua puluh tahun itu panjang. Kita sudah punya keluarga, pekerjaan, dan kehidupan masing-masing. Tetapi ketika bertemu, rasanya seperti kembali menjadi anak-anak yang sedang latihan Paskibra,” kata Dias.

Ia menyebut kekuatan utama pertemuan tersebut terletak pada hilangnya sekat masa lalu.

“Kita datang bukan membawa nama PPI atau PKC. Kita datang sebagai Paskibra 2006. Itu yang membuat pertemuan ini terasa hangat,” ujarnya.

Dias berharap momentum tersebut menjadi awal dari pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Jangan sampai setelah pulang dari sini kita kembali hilang selama 20 tahun. Kalau hari ini kita sudah menemukan jalan pulang, semoga jalan itu tetap terbuka untuk pertemuan berikutnya,” katanya.

Kehangatan semakin terasa ketika para alumni mengenang kembali masa latihan. Mereka melakukan baris-berbaris bersama sebelum mengabadikan momentum melalui foto bersama.

Seragam dan lapangan memang telah berganti. Namun, semangat kebersamaan yang terbentuk pada 2006 tetap mereka bawa hingga hari ini.

Pertemuan “Pulang ke Rumah” akhirnya bukan sekadar reuni. Momentum itu menjadi pengingat bahwa persaudaraan yang lahir dari perjuangan bersama mampu bertahan melampaui waktu.

Di tengah kesibukan dan perjalanan hidup masing-masing, para Paskibra 2006 kembali menemukan rumah yang sama yakni persaudaraan.

Page: 1 2

Ikbal

Recent Posts

Polres Cianjur dan Bagong Mogok Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga Terdampak Kekeringan di Cilaku

RUANGPOJOK.COM - kolaborasi Polres Cianjur dan Komunitas Bagong Mogok salurkan air bersih kepada sekitar 200…

2 hari ago

KemenHAM Soroti Empat Persoalan HAM di Cianjur, dari Tawuran hingga LGBT

RUANGPOJOK.COM - Kementerian Hak Asasi Manusia menyoroti empat persoalan yang berkaitan dengan hak asasi manusia…

3 hari ago

Jika MBG Baik untuk Rakyat, GMCB Dorong Program Dimulai dari Pejabat Legislatif Hingga Eksekutif

RUANGPOJOK.COM - Ketua GMCB Azzam Mohasm mendorong pemerintah memperluas penerapan konsep Makan Bergizi Gratis (MBG)…

3 hari ago

Di HUT ke-81 RI, SPPG Peteuycondong 1 Akan Berhenti Operasional Buntut Dugaan Pemotongan Insentif Relawan

RUANGPOJOK.COM - SPPG Peteuycondong 1, Desa Peteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, akan menghentikan operasional mulai…

3 hari ago

Tantan Resmi Pimpin PWI Jabar, Usung Digitalisasi dan Target 1.000 Sertifikasi Wartawan

RUANGPOJOK.COM - Tantan Sulthon Bukhawan resmi memimpin PWI Jawa Barat periode 2026-2031 setelah memenangkan Konferensi…

3 hari ago

RW 03 di Cluster Arwinda Desa Bojong Sumbangkan Seluruh Insentif untuk Masjid dan Kegiatan Sosial

RUANGPOJOK.COM - Ketua RW 03 Taufiq di Cluster Perumahan Arwinda, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten…

3 hari ago