Umum

Kritik Keras GMNI di HJC ke-348, Gimik dan Badut-badut Politik Dipertontonkan

RUANGPOJOK.COM – Dalam momentum Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-348, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur mengkritik tajam arah pembangunan daerah yang mereka nilai jauh dari cita-cita keadilan sosial.

Ketua GMNI Cianjur, Rama, menegaskan bahwa pemerintah daerah lebih mementingkan gimik politik dan kegiatan seremonial daripada menyelesaikan persoalan krusial yang dihadapi masyarakat.

“Pemerintah lebih sibuk dengan pencitraan daripada menyelesaikan persoalan rakyat,” kata Rama, Sabtu, 12 Juli 2025.

Lebih lanjut, ia menyindir orang-orang dekat bupati dengan, “badut-badut politik” yang menurutnya sengaja dimanfaatkan untuk melanggengkan agenda kekuasaan sekaligus mengeruk proyek di setiap kedinasan.

“Lihat saja, mereka mengerahkan badut-badut politik hanya untuk memuluskan agenda kekuasaan, sementara rakyat masih bergulat dengan krisis ekonomi dan infrastruktur yang amburadul,” tegas Rama.

Selain itu, program Gotong Royong Lobaan (GOROL) yang digadang-gadang sebagai gerakan masyarakat, justru menuai kritik. GMNI menyoroti minimnya transparansi dalam pelaksanaan program tersebut.

“Tak ada papan informasi atau dokumen resmi yang bisa diakses publik mengenai berapa angka pekerjaan gorol tersebut. Kami juga menduga ada keterlibatan keluarga bupati di sini, ini jelas nepotisme,” ucapnya.

Sementara itu, GMNI juga menyoroti masih banyaknya titik kerusakan jalan serta infrastruktur pascabencana yang belum diperbaiki, yang menurut mereka menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tidak hanya itu, GMNI juga menuding bahwa Kabupaten Cianjur sedang berada dalam kondisi darurat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), dengan mengacu pada kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) senilai Rp40 miliar yang diduga merugikan negara.

Selain isu infrastruktur dan KKN, GMNI menyoroti lonjakan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang meningkat drastis, dari 11 kasus pada tahun 2023 menjadi 50 kasus pada 2024. Hingga April 2025, tercatat sudah ada 17 kasus baru.

“Ini bukti sistem perlindungan anak kita lemah. Pemerintah tidak serius menangani ini,” tegasnya.

Page: 1 2

Admin

Recent Posts

Karang Taruna Siap Bersinergi dengan Kapolres Baru Tekan Kriminalitas di Sukabumi

RUANGPOJOK.COM - Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Asep Aripin, menyatakan kesiapan organisasinya bersinergi dengan Kapolres…

18 jam ago

Silaturahmi Perdana, Kapolres Sukabumi Perkuat Sinergi Polri dengan Forkopimda, Tokoh Masyarakat, dan Media

RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Forkopimda, tokoh agama,…

18 jam ago

Krisis Sampah Bayangi Pantai Palabuhanratu, Iman Pimpin Aksi Bersih Demokrat

RUANGPOJOK.COM - Pesisir Pantai Palabuhanratu yang menjadi wajah wisata Kabupaten Sukabumi kembali dihadapkan pada persoalan…

1 hari ago

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi Siap Hadirkan Polisi Humanis dan Transparan

RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya menghadirkan kepolisian yang humanis, transparan, dan dekat…

2 hari ago

AKBP Benny Cahyadi Resmi Pimpin Polres Sukabumi, Siap Perkuat Pelayanan dan Kamtibmas

RUANGPOJOK.COM - AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. resmi menjabat Kapolres Sukabumi menggantikan AKBP Samian.…

2 hari ago

Kang Onnie Bersama Komisi III DPRD Jabar Kunjungi Syariah Sumedang

RUANGPOJOK.COM - Komisi III DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB Syariah Cabang…

2 hari ago