Sementara itu, Labkesda Provinsi masih memeriksa beberapa jenis makanan dan muntahan korban keracunan sehingga belum mengeluarkan hasilnya.
“Ada dua bagian yang kami periksa. Pertama, tempat makanan dan sampel air oleh Labkesda kabupaten. Sedangkan makanan dan muntahan masih dalam proses di Labkesda Provinsi,” jelasnya.
Terkait pertanyaan mana alat makan yang higienis untuk program MBG, Yusman mengatakan alat makan stainless steel lebih higienis daripada plastik.
“Standarnya untuk program MBG yaitu stainless karena higienis. Plastik bisa jadi alat makan, tetapi butuh waktu untuk membersihkannya dan menambah biaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satreskrim Polres Cianjur, Tono Listianto, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu petugas berkompeten untuk menjelaskan hasil Labkesda terkait dugaan keracunan siswa di Cianjur.
“Kita jadwalkan pemeriksaan petugas peneliti lab minggu depan. Hanya mereka yang bisa membaca hasilnya, jadi kita tunggu dulu,” tutupnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…