“Pemeriksaan ini murni terkait akuntabilitas penggunaan dana BOP, bukan karena indikasi PKBM fiktif. Kami memiliki data valid dari Dapodik sebagai acuan,” jelasnya.
Menurutnya, Disdikpora Cianjur secara rutin mengawasi lebih dari 350 PKBM dengan melibatkan pengawas di setiap kecamatan,
“Jika ada temuan tidak sesuai, kami tindaklanjuti secara hukum. Namun, hingga kini tidak ada bukti PKBM fiktif,” katanya.
Ketua Forum FK-PKBM Cianjur, Deni Abdul Kholik, menyatakan bahwa BPK RI rutin memeriksa lembaga penerima bantuan pemerintah, termasuk PKBM.
“Ini proses biasa. BPK setiap tahun memeriksa sampel penerima anggaran. Kali ini, beberapa PKBM menjadi fokus audit,” ujar Deni.
Ia mendorong transparansi pengelolaan dana BOP agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…