“Jangan salah, meskipun mereka warga binaan, banyak dari mereka sebelumnya adalah santri, ustaz, bahkan imam masjid. Kita survei kemampuan mereka sebelum dilibatkan. Teknik yang mereka tunjukkan sangat meyakinkan dan sesuai dengan standar syariat,” jelas Idrus.
MUI Cianjur membina para WBP, mengajarkan ilmu agama, mengaji, serta memberikan pelatihan khusus tata cara penyembelihan hingga pengolahan hewan qurban secara syar’i.
Program ini bertujuan mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan, seperti menjadi imam, guru ngaji, atau wirausahawan.
Lapas memprioritaskan daging qurban untuk konsumsi 800 WBP selama seminggu ke depan. Setiap hari, mereka akan mendapat makanan berbahan dasar daging qurban.
“Setelah kebutuhan WBP terpenuhi, barulah sisanya akan diberikan kepada pegawai, asatiz, dan mitra kerja yang selama ini berperan aktif mendukung kegiatan di Lapas,” pungkas Idrus.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…