Sodikin yang juga menjabat kepala di dua sekolah lain mengatakan, pasokan MBG di SDN Fauzan selama dua bulan terakhir berjalan lancar. Kasus ini disebutnya baru terjadi kali pertama.
“Kemarin menunya nasi liwet, telur goreng bulat tebal, sayur, dan semangka. Mungkin karena hari itu anak-anak juga dapat menu keringan, jadi kenyang dan makanan basahnya dibawa pulang,” tuturnya.
Ia menambahkan, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang. Pihaknya berharap penyedia makanan lebih teliti dalam pengolahan dan pengecekan kualitas.
“Kami sudah sampaikan ke MBG dan SPPG agar lebih hati-hati. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya menegaskan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Ruangpojok.com, perwakilan SPPG 3 Ciranjang belum memberikan penjelasan.
“Saya sedang meeting dulu dengan kepala SPPG lain,” ujar salah satu perwakilan singkat melalui pesan singkat.
Kasus dugaan telur goreng berbelatung ini menambah deretan keluhan terhadap pelaksanaan program MBG di Cianjur.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…