“Mahkota Binokasih bukan simbol pesta. Mahkota itu mengajarkan pemimpin agar melindungi dan menyayangi masyarakatnya,” katanya.
Abah Suhe juga mengkritik penggunaan anggaran pemerintah untuk kegiatan seremonial di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.
Ia meminta pemerintah lebih fokus menangani dampak bencana dan persoalan sosial di Kabupaten Cianjur.
Selain itu, Abah Suhe menyinggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mempertanyakan tujuan penyelenggaraan karnaval tersebut.
“Apa yang dicari dari karnaval itu? Rakyat masih kesulitan, tetapi anggaran negara dipakai kegiatan seremonial,” tegasnya.
Abah Suhe juga menyoroti nilai budaya Sunda yang seharusnya diwujudkan melalui pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat kecil.
“Di Cianjur ada Eyang Surya Kencana yang diwujudkan melalui pendidikan, bukan pesta saat rakyat sedang menderita,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…