Umum

Temuan BPK RI Tahun 2025 Ungkap Persoalan Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkab Cianjur

RUANGPOJOK.COM – Tata kelola pengadaan barang dan jasa masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menunjukkan masih adanya berbagai persoalan dalam pelaksanaan proyek tahun anggaran 2025, mulai dari kekurangan volume pekerjaan, kelebihan pembayaran, hingga denda keterlambatan yang belum dipungut.

Temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2025 pada Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Instansi Terkait Lainnya Nomor 16/T/LHP/DJPKN-V.BDG/PPD.03/02/2026 tertanggal 11 Februari 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPK menyimpulkan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur belum sepenuhnya sesuai ketentuan.

Pemeriksaan menemukan kekurangan volume pekerjaan pada sejumlah paket proyek yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Pada belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat, BPK menemukan kekurangan volume pekerjaan pada 37 paket pekerjaan di tiga OPD dengan nilai mencapai Rp807.838.252,37.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mencatat nilai temuan terbesar, yakni Rp614.477.926,42 dari 35 paket pekerjaan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mencatat temuan sebesar Rp181.394.242,95 dari satu paket pekerjaan. Sementara Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan mencatat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp11.966.083.

BPK menyebut sebagian penyedia telah mengembalikan kelebihan pembayaran. Namun, masih terdapat sisa pengembalian sebesar Rp76.821.510,24 yang belum disetorkan ke kas daerah.

Temuan juga ditemukan pada sektor belanja modal gedung dan bangunan. BPK mencatat kekurangan volume pekerjaan pada 61 paket pekerjaan di empat instansi dengan total nilai Rp1.719.887.568,91.

Selain itu, terdapat denda keterlambatan sebesar Rp5.294.752,03 yang belum dikenakan kepada penyedia jasa.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menjadi instansi dengan nilai temuan terbesar pada sektor tersebut.

Dari 49 paket pekerjaan yang diperiksa, BPK menemukan kekurangan volume pekerjaan senilai Rp804.900.615,87.

Page: 1 2

Admin

Recent Posts

Karang Taruna Siap Bersinergi dengan Kapolres Baru Tekan Kriminalitas di Sukabumi

RUANGPOJOK.COM - Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Asep Aripin, menyatakan kesiapan organisasinya bersinergi dengan Kapolres…

12 jam ago

Silaturahmi Perdana, Kapolres Sukabumi Perkuat Sinergi Polri dengan Forkopimda, Tokoh Masyarakat, dan Media

RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Forkopimda, tokoh agama,…

12 jam ago

Krisis Sampah Bayangi Pantai Palabuhanratu, Iman Pimpin Aksi Bersih Demokrat

RUANGPOJOK.COM - Pesisir Pantai Palabuhanratu yang menjadi wajah wisata Kabupaten Sukabumi kembali dihadapkan pada persoalan…

1 hari ago

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi Siap Hadirkan Polisi Humanis dan Transparan

RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya menghadirkan kepolisian yang humanis, transparan, dan dekat…

2 hari ago

AKBP Benny Cahyadi Resmi Pimpin Polres Sukabumi, Siap Perkuat Pelayanan dan Kamtibmas

RUANGPOJOK.COM - AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. resmi menjabat Kapolres Sukabumi menggantikan AKBP Samian.…

2 hari ago

Kang Onnie Bersama Komisi III DPRD Jabar Kunjungi Syariah Sumedang

RUANGPOJOK.COM - Komisi III DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB Syariah Cabang…

2 hari ago