“Kemungkinan besar aktivitas penambangan pasir dan truk pengangkut pasir memperlemah struktur tanah. Ditambah curah hujan tinggi, tanah jadi makin labil,” ujarnya.
Kepala Desa Ciherang, Supriatna, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut tiga rumah dan satu warung warga mengalami kerusakan cukup parah.
Dua keluarga telah dievakuasi pada malam hari untuk menghindari risiko rumah ambruk saat hujan deras.
“Kami langsung mengevakuasi dua kepala keluarga ke rumah kerabat. Kondisi tanah di sekitar lokasi memang rawan longsor,” katanya.
Menurut Supriatna, pergerakan tanah di Kampung Muhara kerap terjadi hampir setiap tahun, terutama saat musim hujan.
Pemerintah desa telah berulang kali mengimbau warga pindah ke lokasi yang lebih aman, namun sebagian besar enggan karena alasan ekonomi.
“Kami sudah sering menyarankan relokasi, tapi warga bertahan karena keterbatasan biaya,” ujar Supriatna.
Pemerintah desa berencana berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cianjur untuk meninjau ulang kondisi geologi di kawasan itu dan menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…