Dengan luas tanam padi nasional mencapai 11 juta hektare, masih terdapat sekitar 5 juta hektare lahan padi yang menggunakan benih tidak bersertifikat atau benih hasil simpanan sendiri.
Kondisi ini tidak hanya berimplikasi pada rendahnya produktivitas, tetapi juga menyebabkan ketidakkonsistenan hasil panen, meningkatnya kerentanan terhadap hama dan penyakit, serta menurunnya stabilitas produksi nasional.
Di Kabupaten Cianjur, situasinya tidak jauh berbeda. Kabupaten ini merupakan salah satu sentra produksi padi di wilayah Jawa Barat dengan kontribusi signifikan terhadap pasokan pangan provinsi. Namun penggunaan benih bersertifikat masih tergolong rendah. Data SP Benih Dinas TPHPKP Tahun 2024 menunjukkan bahwa total kebutuhan benih padi mencapai 4.208 ton, dengan komposisi:
Artinya, hanya satu dari lima petani padi di Cianjur yang menggunakan benih bersertifikat. Padahal, secara aturan, penggunaan benih tidak bersertifikat diperbolehkan hanya apabila benih tersebut telah melalui proses pendaftaran varietas, uji adaptasi, dan penangkaran resmi di bawah pengawasan BPSB sebagaimana diamanatkan dalam Permentan Nomor 38/Permentan/TP.010/2017 tentang Rekomendasi Teknis Pertanaman Benih.
Rendahnya penggunaan benih bersertifikat di Cianjur disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Dalam konteks sosiologis, varietas lokal memiliki nilai penting bagi masyarakat Cianjur. Selain dianggap lebih adaptif terhadap lingkungan setempat, varietas lokal juga memiliki keunggulan organoleptik, seperti cita rasa nasi, tekstur, dan aroma yang sesuai dengan preferensi konsumen lokal. Secara ekonomi, beberapa varietas lokal bahkan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan varietas modern.
Di luar varietas padi lokal Pandanwangi, terdapat sekitar 25 varietas padi lokal Cianjur yang masih dibudidayakan oleh petani. Namun, untuk efektivitas implementasi program sertifikasi, pemerintah daerah menyeleksi 13 varietas unggul lokal yang akan diprioritaskan untuk sertifikasi dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Varietas tersebut meliputi Sariwangi, Kamerun, Gebray, Cupat Manggu, Bandawati, Hawara Garut, Sigemoy, Masreum, Hawara Aceh, Pamijahan, Sri Wulung, Morneng, dan Onlen.
Proses sertifikasi varietas lokal bukan hanya berfungsi meningkatkan mutu benih, tetapi juga merupakan upaya pelestarian sumber daya genetik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2004 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Varietas lokal merupakan bagian dari kekayaan genetik daerah yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Sebagai langkah awal, pada tahun 2025 pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pertanian memutuskan untuk memulai proses sertifikasi pada satu varietas unggulan, yakni varietas Gebray. Varietas ini memiliki tingkat adaptasi tinggi, potensi hasil stabil, dan telah diterima luas oleh petani. Dengan masuknya Gebray ke dalam sistem perbenihan resmi, varietas ini dapat dikembangkan lebih masif melalui kegiatan penangkaran sehingga tersedia dalam jumlah memadai menjelang musim tanam.
Untuk memastikan keberhasilan program sertifikasi varietas lokal ini, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup aspek kelembagaan, teknis, maupun regulatif. Strategi tersebut antara lain:
Melalui strategi ini, penggunaan benih unggul bersertifikat di Kabupaten Cianjur diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Selain meningkatkan produktivitas padi, upaya ini juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan pendapatan petani, serta menjaga keberlanjutan plasma nutfah lokal sebagai aset genetik berharga. Pada akhirnya, keberhasilan program sertifikasi benih padi lokal akan memberikan kontribusi terhadap stabilitas produksi pangan nasional dan penguatan sistem perbenihan di Indonesia.
Dandan Hendayana, S.P., M.P.
(Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Cianjur)
Daftar Pustaka
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…