“Kursi Kelas 1 dipakai Kelas 3, sementara Kelas 3 dipindah ke Kelas 4. Ini murni untuk pembaruan mabeler,” jelasnya.
Soal pembangunan pagar, Ihat beralasan hal itu untuk memperluas ruang bermain siswa. Selama ini, halaman sekolah kerap dipakai parkir oleh pihak luar.
“Pemagaran agar anak punya ruang gerak. Kami sudah koordinasikan dengan ahli waris lahan,” tambahnya.
Ketika ditanya apakah pernah mengajukan bantuan mabeler dan pagar ke Dinas Pendidikan (Disdikpora), Ihat mengaku permohonan tidak masuk alokasi anggaran tahun ini.
“Dana BOS hanya mencukupi 20% kebutuhan. Pengecetan saja biayanya besar. Pemagaran mungkin baru terealisasi beberapa tahun lagi,” ungkapnya.
Sekolah berencana mengklarifikasi isu ini dalam rapat dengan orang tua nanti.
“Silakan jika ada keluhan, langsung diskusikan dengan kami. Sekolah harus jadi tempat kolaborasi,” tegas Ihat.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…