Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, rumah sakit menyiapkan penambahan tenaga kesehatan dan membuka layanan poli paralel. Misalnya, poli anak yang biasanya satu akan dibuka menjadi dua jika antrean meningkat.
“Kalau bisa satu jam atau dua jam sudah selesai, agar pasien segera mendapat layanan. Intinya jangan sampai masyarakat khawatir karena semua sudah ada solusinya,” kata Yusman.
Selain memperkuat tenaga medis, pihak rumah sakit juga melibatkan humas untuk membantu komunikasi administrasi dengan keluarga pasien.
Langkah ini diambil agar dokter bisa fokus pada pelayanan medis.
Dengan persiapan tersebut, RSUD Sayang optimistis mampu menjalankan program UHC tanpa mengurangi kualitas layanan.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh masyarakat Cianjur dapat terjamin akses kesehatan secara merata.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…