dr. Shelly menambahkan, peserta akan dibimbing dokter spesialis selama internship.
“Mereka harus mencari kasus untuk menguji kematangan klinis, kemudian melaporkannya kepada dokter spesialis yang membimbing,” katanya.
Peserta juga menjalani evaluasi berkala selama setahun. Hasil kerja mereka dilaporkan ke Kemenkes sebagai penilaian akhir.
“Setelah satu tahun, jika target terpenuhi, Kemenkes akan mengeluarkan surat rekomendasi dan izin praktik,” tambahnya.
Program ini sepenuhnya didanai Kemenkes, termasuk tunjangan hidup peserta.
“Mereka tidak dikenakan biaya, bahkan mendapat tunjangan hidup yang dibayarkan langsung oleh Kemenkes,” jelas dr. Shelly.
Dari 16 peserta, sembilan di antaranya berasal dari Cianjur. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur berharap dokter-dokter tersebut kelak mengabdi di daerah ini.
“Meski begitu, kami juga membuka peluang bagi dokter dari luar untuk berkontribusi di Cianjur,” tutup dr. Shelly.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…