“Setiap hari ada karyawan yang mengontrol. Tapi saat ditinjau, kondisinya kotor, masih ada tempelan anak sekolah, jadi kurang layak,” ujarnya, Rabu, 17 September 2025.
Cecep mengungkapkan Pemkab sebenarnya sudah menyiapkan anggaran Rp400 juta untuk perbaikan, tapi hanya cukup untuk mengganti genteng, bukan renovasi menyeluruh. Ironisnya, hilangnya ratusan jendela itu tak pernah dilaporkan Dinkes ke aparat penegak hukum.
Bupati Cianjur, Muhamad Wahyu Ferdian, mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa bangunan eks SDN 1 Ibu Jenab 1.
“Semua harus ikut menjaga karena itu aset negara. Mau tidak mau, pemerintah daerah akan memperbaiki. Saya akan tinjau langsung ke lokasi,” katanya, Sabtu, 20 September 2025.
Ia menambahkan, rencana percepatan pemindahan kantor Dinas Kesehatan ke gedung itu masih menunggu kajian.
“Harus dilihat dulu manfaat dan mudaratnya. Kalau lebih banyak manfaatnya, tentu bisa dilakukan,” ucapnya.
Kelalaian Dinas Kesehatan menjaga aset publik ini memicu sorotan. Selain mengabaikan pengamanan, institusi itu juga tak mengambil langkah hukum atas hilangnya fasilitas negara.
Sementara itu, gedung terus rusak dan berpotensi menambah beban anggaran daerah.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…