“Cianjur merupakan daerah terluas kedua di Jawa Barat. Dengan kondisi geografis yang luas dan 32 kecamatan yang belum seluruhnya terjangkau, program ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat,” ujarnya.
Namun, Ketua APDESI Cianjur, Beni Irawan, menyoroti potensi beban yang mungkin ditimbulkan oleh program ini dengan menggunakan mesin EDC.
“Kami mendukung program bapenda Cianjur yaitu dusling. Namun, pemerintah seharusnya memperhatikan beban masyarakat, mesin EDC justru menimbulkan biaya tambahan,” ujar Beni.
Ia menambahkan bahwa program Dusling belum sepenuhnya siap diterapkan, terutama di daerah pedesaan.
“Di perkotaan mungkin bisa berjalan, tetapi di daerah pelosok, sistem manual masih lebih efektif. Jangan sampai masyarakat dibebani dengan biaya tambahan,” tegas Beni.
Beni juga mengungkapkan bahwa rencana pengadaan mesin EDC masih dalam tahap sosialisasi.
“Awalnya, Bapenda mengadakan sosialisasi terkait pengadaan mesin EDC untuk mempercepat APBDes. Namun, setelah dikaji lebih lanjut, rencana ini kemungkinan tidak akan dilanjutkan karena dampaknya yang kurang menguntungkan, terutama di pedesaan,” tutupnya
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…