Menanggapi pertanyaan terkait tidak adanya susu dalam paket MBG, Kepala Puskesmas Ciherang menyebut susu tidak wajib diberikan setiap hari.
“Tidak harus setiap hari ada susu. Dalam satu minggu bisa dua atau tiga kali sudah cukup. Tidak harus produk yang itu-itu saja,” katanya.
Ia menambahkan, secara anggaran porsi kecil berkisar Rp8.000 dan porsi besar Rp10.000, sehingga komposisi menu disesuaikan agar tetap memenuhi kecukupan gizi tanpa melebihi pagu biaya.
“Kalau ditambah susu setiap hari, tentu menyesuaikan harga. Tapi secara keseluruhan, baik porsi kecil maupun besar, itu mencukupi dan tidak ada masalah dari sisi gizi,” tegasnya.
Dari sisi pengolahan, sebagian produk seperti bolu dipasok dari pelaku UMKM, sementara telur direbus melalui kerja sama koperasi.
Untuk kurma, merupakan produk jadi yang langsung didistribusikan.
Puskesmas memastikan proses pengolahan tetap dalam pengawasan dan koordinasi agar memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Meski secara perhitungan gizi dinyatakan sesuai, pihak puskesmas mengakui evaluasi dan monitoring akan terus dilakukan, terutama menindaklanjuti aspirasi orangtua siswa yang berharap variasi menu lebih beragam.
“Kalau ada masukan dari orangtua atau anak soal variasi menu, itu menjadi bahan evaluasi. Tapi dari sisi angka kecukupan gizi dan kesehatan, sudah sesuai standar,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…