Umat menyambut detik-detik Waisak pada malam hari melalui meditasi, pembacaan paritta, renungan, serta pujian-pujian Buddhis.
Kegiatan umat akan terus berlangsung hingga Jumat, 16 Mei 2025, termasuk mengunjungi para lansia di Wisma Kasih sebagai bagian dari kegiatan sosial.
Suntari menambahkan bahwa makna Waisak yang terpenting adalah refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Dalam menyambut hari suci ini, umat juga melaksanakan Pekan Dharma dan menjalani delapan sila Buddhis, yang merupakan bentuk puasa secara spiritual,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa puasa dalam ajaran Buddha tidak hanya berarti menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari perilaku buruk, menjaga ucapan, serta mengendalikan pikiran.
“Ini adalah latihan batin untuk menjadi lebih sadar dan welas asih,” tambahnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…