“Kalau masalahnya PKL, selesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan pukulan. Pemerintah itu harus hadir memberi solusi, bukan menambah luka,” tegasnya.
Sapma PP juga menyoroti rencana penataan kawasan Bojongmeron yang disebut belum melalui kajian matang.
Mereka menilai kebijakan itu terkesan terburu-buru dan berpotensi menambah beban sosial warga kecil.
“Penataan itu bagus, tapi jangan asal gusur. Harus ada perencanaan, kajian tata ruang, dan analisis dampak ekonomi warga. Jangan sampai rakyat kecil yang jadi korban kebijakan,” tambahnya.
Sebagai bentuk solidaritas, Sapma Pemuda Pancasila siap membuka ruang advokasi bagi mahasiswa dan pedagang yang menjadi korban dalam insiden Bomero.
“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Keadilan harus berdiri tegak, bukan dibungkam oleh kekuasaan,” pungkas Irvan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…