“Ironisnya, di Cianjur hari ini data masih sulit diakses, mahal, dan terkesan dimonopoli. Padahal rakyat butuh pemerintah yang benar-benar mengerti penderitaan masyarakat,” ujarnya.
Audiensi yang dijadwalkan pukul 11.00 WIB itu baru dimulai setelah Bupati dan Wakil Bupati hadir dengan permintaan maaf.
Keterlambatan tersebut, menurut Bupati, terjadi karena ia harus menemui alim ulama dan sesepuh Cianjur.
Menanggapi kritik, Bupati Wahyu Ferdian mengatakan pihaknya telah berupaya menjawab masukan mahasiswa.
“Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan jawaban dan pekerjaan terbaik bagi masyarakat Cianjur,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, menyebut audiensi ini menjadi bahan evaluasi.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan mahasiswa menjadi atensi bupati, dan kita juga ikut mengoreksi diri,” ujar Metty.
Penutup: Aliansi Cipayung Plus menegaskan sikap kritis mereka tidak berhenti di forum audiensi ini.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…