Sebelumnya, Ketua FMPD Dadan Hamdani menjelaskan, audiensi ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap transparansi anggaran pembangunan.
“Kita inginnya ada keterbukaan, baik itu dalam hal pemerintahan maupun pengalokasian anggaran pembangunan. Masyarakat sangat peduli dengan setiap proses pembangunan yang ada di Desa Gasol,” katanya, Sabtu, 14 Juni 2025.
FMPD menyiapkan sejumlah data sebagai bahan diskusi, termasuk persoalan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT).
“Itu salah satu yang akan kami sampaikan. Sebenarnya masih ada beberapa hal lain, tapi itu akan dikonfirmasi lebih lanjut dengan rekan-rekan aliansi,” jelas Dadan.
Dadan menegaskan audiensi bukan untuk konfrontasi, melainkan membangun komunikasi sehat antara masyarakat dan pemerintah desa.
“Kami ingin duduk bersama, bermediasi, bersilaturahmi. Kalau memang nantinya ditemukan penyimpangan anggaran, sebagai masyarakat, saya pun akan turut serta mengawasi dan meminta klarifikasi langsung dari kepala desa,” tambahnya.
FMPD berharap Kepala Desa hadir langsung. Jika tidak, mereka mempertimbangkan aksi lanjutan sebagai desakan.
“Minimal kepala desa bisa memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban secara langsung kepada masyarakat. Ini murni bentuk kepedulian warga. Mudah-mudahan dengan adanya forum ini, ke depannya pemerintahan desa bisa berjalan lebih baik,” tutup Dadan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…