Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kekecewaan mendalam terhadap dugaan penyalahgunaan dana PIP, baik reguler maupun aspirasi, oleh oknum operator sekolah mendorong warga melakukan aksi ini.
Namun demikian, warga juga melaporkan kasus tersebut kepada aparat hukum. Mereka menilai proses penyidikan berjalan lambat.
“Walaupun sudah kami laporkan, sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami ingin pelaku dipidanakan, makanya kami lakukan aksi ini,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Kamis, 23 Oktober 2025, ratusan orang tua murid mendatangi SDN Nyalindung 1 untuk mempertanyakan bantuan pendidikan yang diduga tak pernah dicairkan sejak 2019.
Ironisnya, pihak sekolah sempat mengklaim telah mengembalikan dana tersebut, tetapi pernyataan itu justru menambah kebingungan warga.
Akhirnya, warga kini menaruh harapan pada aksi jalan kaki itu untuk mendorong penyelesaian kasus dana PIP SDN Nyalindung sekaligus memastikan hak pendidikan anak-anak mereka tidak lagi terhambat ulah oknum.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…