Foto Istimewa : Kolam Jaring Apung Petani Ikan di Waduk Cirata.
RUANGPOJOK.COM – Petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cirata membantah pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) tentang kandungan merkuri pada ikan hasil budidaya mereka.
Mereka mengklaim telah memiliki data laboratorium terpercaya yang membuktikan ikan tersebut aman dikonsumsi.
Akibat pernyataan menteri itu, omzet penjualan ikan dari Waduk Cirata anjlok drastis. Banyak petani merugi dan terpaksa gulung tikar karena permintaan menurun.
Ketua Kelompok Petani Keramba Jaring Apung (KPKJA) Cirata, Ujang Dakum, menyebut dampak pernyataan itu sangat merugikan.
“Daya beli ikan sedang menurun, dan setelah pernyataan itu, kami terpukul. Banyak petani gulung tikar, omzet penjualan turun drastis hingga 50%, bahkan setiap panen mengalami kerugian 25-30%,” ujar Ujang, Jumat, 1 Agustus 2025.
Untuk memulihkan kepercayaan publik, para petani melakukan uji laboratorium mandiri. Hasilnya, ikan mas dan nila dari Waduk Cirata dinyatakan bebas merkuri dan layak konsumsi.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Asep Aripin, menyatakan kesiapan organisasinya bersinergi dengan Kapolres…
RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Forkopimda, tokoh agama,…
RUANGPOJOK.COM - Pesisir Pantai Palabuhanratu yang menjadi wajah wisata Kabupaten Sukabumi kembali dihadapkan pada persoalan…
RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya menghadirkan kepolisian yang humanis, transparan, dan dekat…
RUANGPOJOK.COM - AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. resmi menjabat Kapolres Sukabumi menggantikan AKBP Samian.…
RUANGPOJOK.COM - Komisi III DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB Syariah Cabang…