Kelompok tani mengaku kecewa karena belum dapat memanfaatkan jaringan irigasi. Padahal, mereka membutuhkan pasokan air untuk mengairi sawah di tengah musim kemarau.
Sebelumnya, BBWS menyatakan kerusakan yang terjadi sebelum serah terima masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa atau kontraktor.
Penyedia wajib memperbaiki seluruh kerusakan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.
BBWS juga memastikan proyek tidak akan diserahterimakan sebelum memenuhi spesifikasi teknis dan berfungsi sesuai perencanaan.
Setelah seluruh perbaikan rampung, barulah proyek dapat diserahkan kepada kelompok tani.
Sementara itu, Bupati Cianjur Muhamad Wahyu Ferdian menyatakan akan mengevaluasi proyek tersebut.
Pemerintah Kabupaten Cianjur akan mengidentifikasi kerusakan dan berkoordinasi dengan BBWS untuk mempercepat perbaikannya.
Pernyataan Gubernur Jawa Barat memperkuat dorongan agar BBWS dan penyedia jasa segera menuntaskan perbaikan.
Langkah itu dinilai penting agar petani tidak mengalami kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…