Selanjutnya, Menurut Nurzein, dibandingkan wilayah lain, penyerapan anggaran dan progres fisik di Cianjur berjalan lebih cepat.
“Untuk tahap IV, sekitar 90 persen anggaran sudah terserap. Kami optimistis Desember ini seluruh proses selesai,” tambahnya.
Ia mengatakan, Dana yang digunakan bersifat Dana Siap Pakai (DSP) dengan pencairan yang bergantung pada perpanjangan SK transisi pemulihan dari BNPB. Jika SK diperpanjang, pencairan dana bisa berlanjut hingga tahun depan. Namun, jika tidak diperpanjang, seluruh program harus selesai sebelum akhir tahun. Sisa dana yang tidak terpakai akan dikembalikan ke kas negara.
“Pencairan tahap IV dimulai pada Juni lalu, dan kini hampir rampung dalam waktu enam bulan. Hal ini berkat perbaikan mekanisme dari tahap sebelumnya,” jelas Nurzein.
Maka dari itu, Nurzein mengatakan, Cianjur kini menjadi contoh nasional dalam penanganan pasca-bencana. Banyak pihak, termasuk peneliti dari program pascasarjana universitas di Indonesia, datang untuk mempelajari strategi yang diterapkan.
“Baru-baru ini kami menerima kunjungan dari kepala pelaksana BPBD seluruh Indonesia. Cianjur dijadikan percontohan dalam penanganan bencana, baik di tahap darurat maupun pasca-darurat,” kata Nurzein.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…