Cucum mengaku sempat melihat langsung penganiayaan tersebut dan berusaha melerai. Namun ia tidak bisa berbuat banyak karena takut mendapat intimidasi dari terduga pelaku.
“Saya coba melerai, tapi pelaku membabi buta menganiaya korban. Saya tidak bisa membantu secara langsung karena takut diintimidasi,” ujarnya.
Setelah kejadian, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia dua hari kemudian.
Keluarga menyebut korban selama ini hidup dalam keterbatasan dan kerap kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Korban meninggalkan dua orang anak yang telah dewasa, namun kondisi ekonomi keluarga juga lemah. Keluarga kini kebingungan untuk membiayai pemakaman.
“Kami ingin ada keadilan bagi korban. Ini sudah penganiayaan sampai menyebabkan meninggal dunia. Untuk biaya pemakaman pun kami kesulitan,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…