Riki juga mempertanyakan sikap Pemkab Cianjur yang dinilai lebih membuka ruang bagi investor dibanding mendengar aspirasi masyarakat sekitar lokasi proyek.
Ia meminta pemerintah daerah segera memberikan penjelasan terbuka sebelum muncul gejolak yang lebih besar di masyarakat.
Riki mengaku menerima informasi dari Kesbangpol Kabupaten Cianjur bahwa Bupati belum mengetahui detail proyek geothermal tersebut.
Padahal, kata dia, masyarakat beberapa kali menggelar audiensi dan aksi unjuk rasa terkait proyek geothermal itu.
“Kami tidak butuh delegasi tanpa kewenangan mengambil keputusan,” katanya.
Riki menilai ketidakhadiran Bupati memunculkan tanda tanya publik terhadap keterbukaan pemerintah dalam proyek geothermal tersebut.
“Jika proyek ini aman dan pro-rakyat, mengapa takut bertemu langsung dengan masyarakat?” ucapnya.
Ia menegaskan kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir mendengar kritik dan keresahan masyarakat secara langsung.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…