Ia juga menyoroti ironi banyaknya kasus pencabulan terhadap perempuan di bawah umur yang melibatkan oknum guru mengaji. Padahal, Cianjur dikenal sebagai “Kota Tatar Santri” dengan ribuan pesantren.
“Ironis sekali, Cianjur terkenal dengan 1.000 pesantrennya, tetapi masih saja ada oknum yang melakukan hal terkutuk pada anak didiknya,” ungkapnya.
Menyikapi hal itu,Onnie berencana memperluas jangkauan sosialisasi dengan masuk langsung ke pondok pesantren. Tujuannya, memberikan pemahaman yang komprehensif tentang perlindungan hukum bagi santriawati dan masyarakat pesantren.
“Pesantren kan bagian dari masyarakat. Nanti kita coba berikan pemaparan Perda perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…