Orang tua murid tersebut mengaku telah melaporkan temuan roti berjamur kepada pihak sekolah. Namun hingga kini belum ada penjelasan atau tindak lanjut dari dapur penyedia MBG.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta penyedia makanan bertanggung jawab atas kualitas menu yang dibagikan kepada siswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG di Desa Cintaasih dipasok dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Cikancana, memanfaatkan bangunan gedung olahraga setempat.
Keluhan terhadap kualitas menu MBG di wilayah tersebut disebut bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, orang tua siswa juga menemukan buah yang sudah busuk dalam paket makanan program tersebut.
Kepala Desa Cintaasih, Dedi Kusmara, mengaku kecewa dengan berulangnya temuan makanan tidak layak dalam program MBG di wilayahnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur bertindak tegas terhadap dapur penyedia makanan yang dianggap tidak menjaga kualitas.
“Dapur itu harus diberi peringatan tegas. Kalau perlu ditutup,” kata Dedi.
Menurut dia, kejadian makanan tidak layak konsumsi telah terjadi beberapa kali, mulai dari buah busuk hingga roti berjamur.
“Ini bukan kejadian pertama. Buah busuk juga pernah terjadi beberapa kali. Intinya saya minta Pemkab menindak tegas dapur MBG yang tidak menjaga kualitas makanan,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…