Pemkab Cianjur berencana bekerja sama dengan Polri, dan BNN. Dan secepatnya akan di koorsinasikan oleh pemerintah kabupaten Cianjur.
Ketika awak media menanyakan apakah program ini juga berlaku bagi siswa dengan penyimpangan seksual atau siswa pria gemulai, Bupati Cianjur menjelaskan bahwa pihaknya akan menggunakan pendekatan psikologis.
“Di Cianjur memang ada siswa sekolah LGBT? Saya baru tahu. Mungkin nanti kita menggunakan pendampingan psikolog dan kesehatan. Nanti kita koordinasikan mengenai teknisnya,” jelasnya.
Di sisi lain, pihak sekolah akan membawa siswa-siswi yang kecanduan game online sehingga meninggalkan kegiatan sekolah dan melawan orang tua untuk mengikuti program tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan MoU sesuai arahan Bupati dan Gubernur Jawa Barat.
“Arahan Pak Bupati dan Pak Gubernur, kita laksanakan MoU atau nota kesepahaman dalam rangka mengantisipasi kenakalan remaja,” ujarnya
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…