Yanto menekankan, Bulog aktif mendorong petani beralih ke alat panen modern untuk meningkatkan rendemen. Pola panen manual (digebuk) yang masih dominan di Cianjur dinilai kurang efisien.
“Di Cianjur, pola panen masih banyak yang manual menggunakan cara ‘digebuk’. Kondisi geografis sawah memang sulit, tapi sebenarnya sudah ada alat panen mini yang bisa masuk ke daerah terpencil,” jelasnya.
Alat modern juga mengurangi kotoran seperti daun atau sampah dalam gabah. Meski penanganan hama bukan kewenangan Bulog, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk edukasi petani.
Selain gabah, Bulog Cianjur telah menyerap 1.400 ton beras dan menyimpan stok beras impor dari Vietnam, Filipina, dan Thailand. Ke depan, fokusnya adalah meningkatkan kualitas gabah lokal agar lebih kompetitif.
“Ke depan, Bulog bersama dinas pertanian akan terus mendorong edukasi kepada petani agar kualitas gabah Cianjur semakin meningkat dan nilai tukarnya semakin kompetitif,” pungkas Yanto.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…