Penataan ini, kata dia, untuk mengembalikan fungsi Bomero sebagai kawasan publik yang tertib dan tidak semrawut.
“Cianjur butuh ruang publik yang hidup tapi teratur. Kalau Yogyakarta punya Malioboro, kami ingin Bomero jadi ikon baru Cianjur yang memadukan budaya, kuliner, dan aktivitas warga,” kata Djoko.
Ia menegaskan, meski pendekatannya humanis, penertiban tak bisa dihindari bila pedagang tetap membandel.
Dukungan datang dari Lurah Solokpandan, Alba Nurahman, yang menyatakan pihaknya siap membantu proses relokasi.
“Kami bersama RT dan RW sudah sosialisasi. Ada yang menolak, tapi aturan harus ditegakkan. Bomero bukan pasar liar,” ucapnya.
Satpol PP memberi waktu satu pekan bagi PKL untuk pindah secara mandiri. Jika tidak, alat berat dan petugas gabungan siap diterjunkan untuk menertibkan kawasan Bomero Citywalk.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…