Menanggapi kerusakan SDN Karyasakti, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Arifin, mengakui masih banyak sekolah dasar yang kekurangan ruang belajar. Namun, anggaran terbatas menjadi hambatan utama.
“Permasalahan ini tidak hanya terjadi di Cibeber, tapi hampir di seluruh wilayah. Kami berupaya memasukkannya dalam perencanaan anggaran ke depan,” kata Arifin.
Disdikpora, menurutnya, telah menyusun strategi jangka menengah, seperti rehabilitasi bertahap dan optimalisasi ruang yang ada.
“Kami juga mendorong penggunaan ruang untuk kegiatan agama atau pembelajaran sore,” ujarnya.
Arifin menekankan pentingnya data akurat melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Sekolah harus mengupdate data di Dapodik, karena itu menjadi dasar penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelasnya.
Ia juga mengklarifikasi bahwa kunjungan dinas ke sekolah lebih bersifat verifikasi, bukan tanda langsung ada pembangunan.
“Proses anggaran butuh waktu, mulai dari usulan hingga realisasi,” tegasnya.
Arifin berharap kepala sekolah lebih aktif memperbarui data dan memahami mekanisme penganggaran.
“Dengan begitu, tidak ada lagi miskomunikasi antara sekolah dan pemerintah,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…