Di samping pelatihan, RSUD Sayang juga memanfaatkan media sosial resmi untuk menampung kritik dan saran dari pasien. Setiap keluhan yang menyebut nama petugas atau unit layanan langsung ditindaklanjuti.
“Kritik yang masuk melalui media sosial kami tanggapi dengan serius. Setiap laporan yang menyebutkan nama petugas atau unit pelayanan akan kami telusuri. Proses dimulai dari atasan langsung, hingga akhirnya bisa dilakukan pembinaan terhadap petugas bersangkutan,” kata Linda.
Tidak berhenti di situ, pembinaan dilakukan bertahap, mulai dari teguran lisan hingga rotasi penempatan kerja jika tidak ada perubahan.
Selain itu, rumah sakit menggelar kompetisi tahunan, seperti lomba penyambutan pasien teramah, untuk memotivasi karyawan.
“Intinya, kami ingin budaya pelayanan prima dan senyum menjadi identitas RSUD Sayang. Kami meneladani pemimpin daerah yang dikenal murah senyum, dan kami ingin hal itu menjadi bagian dari pelayanan kami,” tambahnya.
Dengan demikian, RSUD Sayang berkomitmen meningkatkan kepercayaan masyarakat Cianjur terhadap layanan kesehatan daerah. Harapannya, strategi ini dapat membawa perubahan signifikan dalam pelayanan publik.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…