“Dari ribuan paket, hanya satu atau dua yang bermasalah. Kami langsung menarik dan menggantinya. Ini murni human error dan tidak bisa ditoleransi,” ujar Riza.
Ia menuturkan, pihaknya telah melakukan evaluasi internal dan memperketat pengawasan sebelum distribusi.
Setiap paket kini dicek ulang berdasarkan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan.
“Kami juga memblokir vendor yang memasok roti tersebut,” kata dia.
Riza menegaskan SPPG tetap berkomitmen menjaga kualitas makanan yang diterima siswa.
“Kejadian ini jadi pembelajaran agar distribusi berikutnya lebih ketat,” ucapnya.
Hingga kini, belum ada laporan kembali terkait keluhan dari siswa maupun orang tua terkait temuan roti berjamur itu.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…