Mereka menilai minimnya sosialisasi menjadi penyebab utama munculnya kebingungan di tengah masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Aldi Yudistira menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti keluhan warga dengan berkoordinasi bersama dinas terkait.
“Reses ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Terkait UHC dan BPJS Kesehatan pemerintah yang dinonaktifkan, saya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada kejelasan dan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Aldi.
Aldi juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar dan bersifat mendesak.
“Saya berkomitmen memperjuangkan hak masyarakat, terutama pelayanan kesehatan. Harapan saya, seluruh warga Kabupaten Cianjur dapat merasakan haknya secara adil dan merata tanpa terkendala administrasi,” tegasnya.
Ia berharap hasil reses ini dapat mendorong perbaikan kebijakan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Cianjur, sehingga ke depan masyarakat tidak lagi mengalami kendala serupa dan program UHC dapat berjalan tepat sasaran.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…