Reses di Sukasarana merupakan titik kedua setelah sebelumnya digelar di Desa Solokpandan.
Dalam setiap pertemuan, Lilis Boy selalu mengimbau warga mengikuti program prioritas pemerintah, salah satunya pembentukan KMP dan pengembangan UMKM desa.
“Kami melihat ibu-ibu di sini belum banyak kegiatan ekonomi. Ke depan, kami dorong pelatihan UMKM agar mereka lebih produktif,” ujarnya.
Selain UMKM, isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius. Lilis Boy menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Penanganan sampah harus melibatkan masyarakat. Kalau SDM-nya tidak diedukasi, sampah akan dibuang sembarangan dan memicu banjir serta kemacetan aliran air,” jelasnya.
Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan sampah di Lombok yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, model tersebut bisa diterapkan di Cianjur secara bertahap.
Selain ekonomi, warga juga meminta perbaikan jalan lingkungan dan saluran irigasi pertanian yang dinilai sudah rusak dan tidak berfungsi optimal.
Lilis Boy memastikan aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui jalur kabupaten, provinsi, hingga kementerian jika diperlukan.
“Realisasi aspirasi ini kami targetkan pada 2027. Namun jika ada peluang di perubahan anggaran, kami akan dorong ke provinsi lebih cepat,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…