Ia juga menyoroti pentingnya penyediaan angkutan umum dengan rute yang melewati pasar dan terminal agar akses pembeli semakin mudah.
“Kami ingin pasar ini kembali ramai, dan ekonomi rakyat bangkit,” pungkasnya.
Dalam audiensi di Gedung DPRD Cianjur, hadir perwakilan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Disperindag, dan Satpol PP.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Azis Muslim, mengatakan aspirasi para pedagang masih sama dengan tahun 2019 yakni agar pemerintah menghadirkan langkah konkret untuk meramaikan pasar.
“Intinya tetap sama, bagaimana Pasar Induk Cianjur bisa kembali ramai dan menjadi pusat ekonomi masyarakat,” ujar Azis.
Azis menjelaskan, beberapa hal yang dibahas mencakup peningkatan fasilitas seperti jalan, penerangan, dan penunjuk arah menuju pasar.
Para pedagang juga mengusulkan penyediaan truk sampah khusus pasar agar pengelolaan sampah lebih efisien.
“Sekarang mereka masih harus membuang sampah ke Cikalong. Pihak Disperindag sudah berjanji akan menindaklanjuti,” katanya.
Azis juga mengapresiasi solidaritas para pedagang yang tetap kompak meski tersebar di beberapa lokasi, termasuk di Bomero.
“Persoalan utama bukan soal lokasi jualan, tapi bagaimana pemerintah menghadirkan solusi nyata agar aktivitas ekonomi rakyat tetap berjalan,” tegasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…