Menurut Abu Rokhmad, wakaf bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi.
“Wakaf uang akan kami dorong karena sangat mungkin dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi, permodalan alat kerja, hingga pembangunan madrasah,” katanya.
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, menyampaikan rasa syukur atas penetapan tersebut. Ia menyebut pencapaian itu merupakan hasil kerja panjang Kemenag Kabupaten Cianjur.
“Alhamdulillah, ini prestasi bagi masyarakat Cianjur. Kami bangga menjadi salah satu kota wakaf setelah Indramayu dan Cirebon,” ujar Ramzi.
Meski begitu, Ramzi menekankan pentingnya pelaksanaan program agar bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah program dan tujuan baiknya harus bergerak. Ketika ada program pusat seperti ini, kita harus tegak lurus mengoptimalkannya demi kemanfaatan masyarakat,” katanya.
Dengan status ini, Cianjur diharapkan menjadi model pengelolaan wakaf produktif di Indonesia, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…