“Ada 57 kapal sementara, dengan jumlah 54 karam, dan 3 kapal hilang masuk ke lautan. Kemarin yang bisa diselamatkan baru tiga, bekerja sama dengan dinas kelautan provinsi,” kata Asep saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Kamis, 31 Juli 2025.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa para nelayan mendesak pemerintah memperluas atau membangun tambahan dermaga untuk mengurangi risiko bencana.
“Menghindari atau mengurangi terhadap kapal nelayan harus memperlebar ataupun membangun kembali sandar kapal nelayan, seluruhnya ada sekitar 750 kapal sudah melebihi kapasitas,” tegas Asep.
Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Cidaun telah melaporkan insiden ini kepada Bupati Cianjur, Muhamad Wahyu Ferdian.
“Kalo kecamatan Cidaun telah dilaporkan kejadian ini kepada pa bupati, dan pa bupati merasa empati juga, selanjutnya pemerintah akan mengajukan permohonan bantuan pelebaran dermaga kapal,” ujar Asep.
Kedepannya, Pemkab berencana mengajukan pembangunan pelabuhan baru di Pantai Jayanti sebagai solusi jangka panjang.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…