“Awal 2024 kami yang mengajukan permohonan suplai air ke PDAM. Tidak ada permintaan 50 persen, dan bukan Pemkab yang meminta,” jelasnya.
Ferry juga menyebut seluruh kegiatan pengambilan air Le Minerale Cianjur telah dikaji oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat dan dinyatakan sesuai aturan.
“Kami sudah koordinasi dengan DLH Jawa Barat. Semua aktivitas perusahaan dinyatakan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan, membantah kabar bahwa PDAM memasok air ke Le Minerale.
Ia menyebut PDAM tidak memiliki fasilitas pengiriman air untuk perusahaan tersebut.
“Hoaks itu. PDAM mau kirim pakai apa? Kami cuma punya tiga truk tangki, itu pun untuk melayani pelanggan,” kata Budi, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Sebelumnya, Kepala Desa Sindangraja menilai keberadaan Le Minerale Cianjur justru membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Program CSR perusahaan dinilai membantu warga memperoleh akses air bersih.
“Alhamdulillah, masyarakat kami terbantu dengan fasilitas air bersih dari program CSR TFJ,” ucapnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…