“Kebanyakan petani hanya memiliki lahan kurang dari 0,5 hektare. Biaya olah lahan dan kebutuhan saprodi masih tinggi, ditambah banyaknya buruh tani dan petani penggarap yang menggarap lahan milik bukan warga Cianjur,” ujarnya.
“Jadi kenaikan harga HPP gabah pun tidak langsung meningkatkan pendapatan mereka.”
Dandan menyebut peningkatan produksi selama ini masih bertumpu pada perluasan lahan atau ekstensifikasi.
Pemerintah mulai mengalihkan strategi ke intensifikasi agar produktivitas naik tanpa membuka lahan baru.
“Sekarang sudah mulai kami inisiasi pola intensifikasi dengan perbaikan irigasi agar indeks pertanaman naik, serta perbaikan kesuburan tanah melalui dorongan pertanian organik,” tuturnya.
Ia menambahkan, pada 2026 pemerintah daerah menargetkan program intensifikasi berjalan lebih optimal.
“Kami berharap perbaikan irigasi bisa terealisasi sehingga indeks pertanaman naik dari dua kali menjadi tiga kali setahun. Pertanian organik juga akan kami dorong meski dalam skala terbatas,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…