Salah seorang warga, Iis, mengaku sumur di rumahnya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga selama hampir satu bulan terakhir.
“Air di sumur masih ada sedikit, tetapi sudah tidak bisa dipompa. Kami mengandalkan bantuan untuk minum dan memasak, sedangkan mandi di sungai,” ujarnya.
Kepala Desa Cibaregbeg, Subuh Basarah, mengatakan kekeringan paling parah terjadi di Babakan Nangleng, Nangleng Pasar, dan Pasirhupa.
Menurutnya, hampir seluruh wilayah desa mulai terdampak. Pemerintah desa mencatat sekitar 700 KK membutuhkan pasokan air bersih setiap hari.
Kemarau panjang juga mulai mengganggu sektor pertanian. Debit air irigasi menurun sehingga petani belum dapat kembali mengolah sawah setelah panen.
Jika kondisi itu terus berlangsung, produksi pertanian di wilayah tersebut dikhawatirkan ikut menurun.
Pemerintah Desa Cibaregbeg berharap bantuan air bersih terus disalurkan selama musim kemarau. Pemerintah juga diminta membangun sumur bor dan memperbaiki jaringan irigasi.
“Untuk jangka panjang, kami membutuhkan sumur bor dan sistem irigasi yang lebih baik agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau,” pungkas Subuh.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…
RUANGPOJOK.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan 261 pegawai non-ASN dan menghentikan operasional 833 dapur…