Kepala DTPHPKP Cianjur, Nurdiyati, menyatakan serangan WBC terjadi lebih cepat dari siklus lima tahunan akibat perubahan iklim. Namun, saat ini Hama wereng kembali muncul hanya dalam tiga tahun, diduga akibat perubahan iklim.
“Seharusnya musim kemarau, tetapi yang terjadi justru kemarau basah kondisi yang memicu serangan. Padahal, di musim kemarau kering, wereng biasanya tidak menyerang,” Pungkas Nurdiyati.
Menurutnya, penanganan hama tahun ini terkendala anggaran. Pemerintah masih berkoordinasi dengan provinsi dan Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan pestisida.
“Bantuan obat-obatan telah dibagikan ke sejumlah kelompok tani, meski jumlahnya terbatas akibat anggaran yang dipangkas. Bahkan, pengadaan pestisida saat ini masih mengandalkan pinjaman karena dana belum sepenuhnya tersedia,” jelas Nurdiyati.
Dinas berencana mengajukan tambahan anggaran untuk membantu petani. Sambil menunggu bantuan, petani diharapkan melakukan penanganan mandiri.
“Antisipasi telah dilakukan sejak Mei. Penyuluh pertanian memberikan sosialisasi dan pengarahan kepada petani tentang langkah-langkah yang harus diambil. Bahkan, di setiap Daerah Perlindungan Pertanian (DPP) tersedia pestisida dalam jumlah terbatas untuk membantu petani,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…